Program Studi Ilmu Lingkungan

PROGRAM STUDI ILMU LINGKUNGAN

Sambutan

Selamat datang di Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Usluhudin, Adab dan Humaniora UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri. Kami hadir untuk mengambil peran dalam mencetak generasi masa depan yang peduli dan mampu menjawab permasalahan lingkungan hidup.

Sebagai salah satu program studi baru di UIN Saizu Purwokerto, kami berkomitmen menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang inovatif, integratif dan mengutamakan nilai-nilai keislaman.

Hadirnya Program Studi Ilmu Lingkungan membawa misi dalam mencetak generasi masa depan yang responsif, adaptif, terampil dan menjunjung tinggi nilai keislaman. Responsif terhadap permasalahan dan krisis lingkungan yang terjadi saat ini dan masa akan datang. Adaptif dalam perkembangan sains dan regulasi mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.  Terampil dalam pengguasaan teknologi Sistem Informasi Lingkungan. Mengutamakan nilai-nilai keislaman berbasis eco-theologi dalam membentuk akhlak dan kepeduliaan lingkungan.

Mari bergabung bersama kami menjadi bagian dalam mewujudkan kelestarian dan keberlanjutan lingkungan hidup.

 

GAMBARAN UMUM

 

Program Studi S-1 Ilmu Lingkungan didirikan pada awal tahun 2023 berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 135/E/O/2023. Program Studi S1 Ilmu Lingkungan berfokus pada pengkajian pengelolaan serta perlindungan lingkungan berbasis teknologi sistem informasi lingkungan.

Untuk itu, kurikulum Prodi S1 Ilmu Lingkungan didesain secara integratif dari multidisiplin ilmu pada fokus kajian abiotik, biotik dan kultural. Perkuliahan juga akan didukung dengan kegiatan praktikum, kuliah kerja lapangan hingga magang agar lulusan memiliki kecakapan dan keterampilan dalam menjawab permasalahan lingkungan berbasis teknologi sistem informasi lingkungan.

 

 

PROFIL LULUSAN

 

Profil lulusan Program Studi Ilmu Lingkungan UIN KH. Prof. Saifuddin Zuhri antara lain sebagai berikut.

  1. Tenaga Ahli Pengendali Dampak Lingkungan

Lulusan sarjana ilmu lingkungan memiliki pengetahuan mengenai upaya untuk mencegah, menanggulangi dan memulihkan pencemaran/pengrusakan lingkungan sehingga dapat memilih profesi sebagai pengendali dampak lingkungan. Profesi ini dapat bekerja di instansi pemerintah seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau Dinas Lingkungan Hidup dan sektor swasta atau industri. Tugas pengendali dampak lingkungan meliputi pemantauan kualitas lingkungan, pembinaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pengembangan perangkat perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pengendalian pencemaran dan pemulihan kerusakan lingkungan.

  1. Asisten Peneliti dan Konsultan Lingkungan

Sarjana lingkungan diharapkan dapat melaksanakan kegiatan penelitian yang berkesinambungan dan spesifik sehingga dapat memberikan solusi dalam upaya mitigasi kerusakan lingkungan.

Prospek lulusan sarjana ilmu lingkungan juga dapat berperan sebagai konsultan lingkungan yang memiliki keahlian penyusun dokumen lingkungan (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan/Amdal dan UKL-UPL), konsultan penyusun kajian pengelolaan air limbah, konsultan penyusunan kajian pengelolaan kualitas udara,  konsultan penyusunan kajian pengelolaan limbah B3, konsultan penyusun dokumen lingkungan perencanaan pembangunan sepert Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RPJMD dan RTRW, Daya Dukung Daya Tampung, dan sebagainya.

  1. Asisten GIS dan surveyor

Lulusan sarjana ilmu lingkungan memiliki keterampilan dalam penguasaan teknologi Sistem Informasi Lingkungan menggunakan aplikasi software maupun hardware Geographic Information System (GIS). Kebutuhan dalam setiap kajian pengelolaan serta pemantauan sumberdaya dan lingkungan di era saat ini sangat bergantung pada teknologi berbasis sistem informasi lingkungan. Lulusan juga mampu menganalisis data spasial untuk mengidentifikasi hubungan spasial atau menampilkan hasil analisis, menggunakan peta, tabel, dan data grafik.

  1. Penyuluh Lingkungan

Lulusan sarjana ilmu lingkungan mampu berperan sebagai tenaga penyuluh lingkungan hidup baik di instansi pemerintah pusat (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), pemerintah daerah (Dinas Lingkungan Hidup), LSM dan NGO. Penyuluh lingkungan memiliki kemampuan dan tugas dalam meningkatkan peran masyarakat dalam rangka menciptakan kualitas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Secara khusus tugas penyuluh lingkungan dapat berperan dalam mendukung program lingkungan kepada kelompok masyarakat dan usaha mengenai pengelolaan sampah dan bank sampah, pengelolaan limbah domestik, pengurangan emisi udara, penyelasaian permasalahan kerusakan ekologi, program kampung iklim, sosialisasi izin/regulasi lingkungan, dan penghargaan dalam bidang lingkungan hidup.  Terakhir, penyuluh lingkungan juga memiliki kemampuan dalam meningkatkan kesadaran dan etika lingkungan masyarakat yang bersumber dari nilai-nilai ajaran agama islam (eko-teologi).