Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH) mengadakan Pelatihan Menulis Skripsi, selama 1 bulan, yakni pada 12 November – 11 Desember 2023.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan DEMA FUAH dalam menyambut bulan Ramadhan 1444 H, untuk menjadikan mahasiswa semangat dalam belajar.

Pelatihan yang mengusung tema “menggali potensi diri melalui kepenulisan yang inovatif di era milenial” dibuka oleh Wadek III FUAH, Dr. Farichatul Maftuchah, M.Ag.

Dalam sambutannya, ia berharap nantinya sebagian besar mahasiswa FUAH bisa menjadi penulis atau akademisi. Wadek III FUAH juga berpesan agar penulis atau akademisi perlu memahami kaidah-kaidah kepenulisan yang baik sesuai dengan standar.

Pada kesempatan yang sama, Wadek III FUAH memberikan semangat kepada peserta pelatihan. “Menulis dapat menjadi jalan hidup untuk menata masa depan yang lebih baik,” ucapnya.

Pelatihan tersebut bertujuan menumbuhkan minat menulis ilmiah di kalangan mahasiswa di era milenial, serta mengubah mindset mahasiswa yang katanya ‘menulis skripsi itu sulit.’

Narasumber pada kegiatan pelatihan tersebut adalah Arif Hidayat, M.Hum, dosen di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Dia menyampaikan bahwa menulis skripsi itu mudah, yang sulit adalah kesabaran untuk mengumpulkan data di lapangan.

Menurutnya, “Cobaan dalam menulis skripsi adalah kemalasan yang datang dari tiap-tiap individu.” Hal itu karena dalam menulis skripsi, mahasiswa tidak lagi berkelempok di dalam kelas. Mereka sudah kembali pada individu masing-masing.

Share This Story, Choose Your Platform!

On the other hand, we denounce with righteous indignation and dislike men who are so beguiled and demoralized by the charms of pleasure of the moment, so blinded by desire, that they cannot foresee the pain and trouble that are bound to ensue; and equal blame belongs to those who fail in their duty through weakness of will, which is the same as saying through shrinking from toil and pain. These cases are perfectly simple and easy to distinguish.